Pemandangan Eksotis Dari Keindahan Alam “Gunung Nona”

Situs Bola Terpercaya Rekreasi ke “Gunung Nona” diawali dari perjalanan dinas  Perjalanan ini dalam rencana menyatakan penemuan katak ke bahasa lokal dikatakan todan memiliki ukuran raksasa,Bola Online Terpercaya kabarnya beratnya sampai 1,6 Kg yang di-publish ke media sosial oleh Darussalam, pemuda asal Kampung Buntet Mondong Kecamatan Buntet Batu. Kami club pertama datang tempat todan. sesaat tempat online cuma lewat verifikasi lewat ikatan telephon serta tak tutup peluang dapat banyak beberapa ahli serta tempat banyak yang datang buat menyaksikan langsung.

Selaku cara mengantisipasi, faksi keamanan wilayah di tempat telah ada perintah dari Komandan Kodim Makassar buat memperhatikan habitat todan biar tak disalahgunakan oleh beberapa orang yang tak mempunyai kepentingan, maka menyebabkan terusiknya ekosistem. Selaku Kepala Dukuh Kaisar P. berkehendak buat melestarikan serta membudidayakan komunitas todan biar masih terlindungi kelestariannya.

Darussalam (penangkap katak atau todan)

Habitat todan ini cuma berkembang biak berdaerah lembab di antara saluran sungai berarus tengah, dengan keadaan air yang cukup jernih. Kehadiran todan memberikan indikasi kalau alam di Lereng Gunung Latimojong masih bersih, belum “terlampau” terkontaminasi sampah serta sampah. Kenapa? Bila kejernihan sungai terkontaminasi serta hancur gara-gara perambahan tempat, ditegaskan todan bakal “menyingkir” serta mati.
Penemuan todan raksasa habitat asli Dukuh Gurah Kelurahan Buntet Mondong Kecamatan Salukanan Kabupaten Enrekang. Todan termasuk biasa untuk mereka, sebenarnya waktu ini kehadiran todan memiliki ukuran raksasa telah memulai hampir musnah, gara-gara pemburuan manusia. Karena tak ada kebijakan yang buat perlindungan fauna yang memiliki nama latin Limnonectes grunniens.Selanjutnya hasil ini, mengapa tak lekas dilindungi?.

Sesudah di rasa cukup, kami berempat pulang kembali lagi ke arah Makassar. Tak lupa kami datang obyek wisata alam Buttu Kabobong terpopuler di Bumi Massenrempulu. Buttu Kabobong memiliki jarak lebih kurang 16 km dari Kota Enrekang arah utara ke arah Tana Toraja. Tempat pasnya ada di Dukuh Kotu, Kampung Bambapuang, Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang, satu diantaranya Kabupaten yang memiliki jarak lebih kurang 240 km di samping utara Kota Makassar, Ibu-kota Provinsi Sulawesi Selatan.
Jangan sampai menyebutkan diri sempat tiba ke Kabupaten Enrekang bila tak mengenali Buttu Kabobong atau dekat dengan istilah “Gunung Nona”berada di Kecamatan Anggereja Kabupaten Enrekang ini benar-benar mempunyai wujud unik serta eksotis. Mendapati nama “Gunung Nona” yaitu kekhasan mempunyai bentuk. Ya, unik lantaran berupa serupa vagina (organ krusial wanita). Ke bahasa lokal, “Buttu” bermakna gunung, tengah “Kabobong” bermakna organ krusial wanita. Maka gunung yang dengan cara alamiah terbuat kerap pun dikatakan “Erotic Mountain” oleh turis luar negeri.
Buttu Kabobong sejak dahulu jadi simbol yang menempel di Bumi Massenrempulu, Enrekang. Cuaca cukup panas barangkali karena perubhan cuaca demikian berlebihan di lebih kurang gunung yang ada di atas ketinggian 500 mdpl ini, ditambah saluran sungai di kaki bukit Buttu Kabobong, menambah elok pemandangan yang terwujud.
Bila semakin lama melihat kecantikan Buttu Kabobong, sering ada pengunjung lain bergurau dengan menuturkan kalau Buttu Kabobong seperti aurat wanita yang tak haram diliat.
Di satu diantaranya obyek wisata anyar ini, ada sarana katapel. Tetapi kehadiran sarana itu butuh ditambah lagi sejumlah safety termaksud club rescue professional. Biar keselamatan turis yang bakal mencoba keseruannnya keselamatannya terjaga, berdo’alah lebih dahulu sebelumnya diayunkan. Untuk turis yang pengin coba halangan ini, cukup bayar Rp. 15.000,- sekali ayun.
Kecuali sarana berlebihan itu, ada spot-spot bagus untuk berpose. Areanya begitu sesuai buat anak muda yang puas mengupload gambar ke instagram, facebook serta medsos yang lain. Saya cukup puas nikmati panorama eksotis ini.